Cara Membaca Grafik Candlestick Saat Trading Forex

 

 

Cara Membaca Grafik Candlestick Saat Trading Forex – Memahami grafik candlestick adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang ingin benar-benar menguasai trading Forex. Ini secara tradisional adalah pola yang dapat membantu menentukan arah harga. Ini juga merupakan alat yang berguna untuk meneliti saham sebelum berinvestasi karena membantu Anda memahami psikologi pasar, perubahan suasana hati, level support dan resistance, dan bahkan sentimen pasar.

Grafik candlestick akan sangat berguna pada saat mempelajari pasangan mata uang, komoditas, dan obligasi daerah karena membantu Anda melihat seberapa baik kinerja mata uang atau komoditas dibandingkan dengan yang lain di wilayah geografis yang sama. Anda juga dapat melihat bagaimana volatilitas berubah di tengah hari pada proses trading Forex dan mendorong sebagian besar momentum harga. Berikut adalah cara membaca grafik candlestick saat Trading Forex:

Pola Candlestick Paling Umum Saat Trading Forex

Bullish Engulfing

Pola yang satu ini merupakan suatu sinyal yang sangat bullish dan biasanya akan mengindikasikan tekanan beli yang sangat kuat sekali. Dua candle yang akan membentuk pola ini harus memiliki warna yang sama persis untuk dihitung sebagai pola candlestick bullish engulfing yang valid.

Bearish Engulfing

Ini adalah pola bearish yang akan segera memprediksi atau mengindikasikan tekanan jual yang sangat kuat sekali. Penting untuk dicatat bahwa kedua candle harus memiliki warna yang berlawanan. Agar pola candlestick ini dianggap valid, tidak boleh ada ruang di bawah harga terendah atau terendah dari candlestick kedua. Tren turun yang berkepanjangan sering mengikuti pola bearish engulfing, dan sebagian besar trader Forex akan menggunakannya untuk memasuki posisi short.

Bagaimana Cara Membaca Grafik Candlestick Saat Trading Forex?

Harami Bullish

Ini adalah pola bullish yang menunjukkan tekanan beli yang kuat. Tinggi dan rendah dari candlestick pertama harus tumpang tindih dengan tinggi dan rendah dari candlestick kedua. Pola ini menyiratkan bahwa pembeli memiliki keyakinan yang baik dalam harga dan akan terus membeli. Pola bullish harami sering diikuti oleh tren naik yang panjang, yang berarti harga bisa berlanjut lebih tinggi jika tidak ada sinyal suplai yang solid atau hambatan yang menghalanginya.

Harami Bearish

Pola ini merupakan pola bullish reversal yang menunjukkan tekanan jual yang kuat. Pola bearish harami diikuti oleh tren turun dan mungkin menandakan akhir dari tren naik. Dua candlestick dalam pola ini harus memiliki warna berlawanan, dan rendahnya harus lebih rendah dari yang lain.

Pola General Reversal

Pola General Reversal sebagai pembalikan naik jika menunjukkan tekanan beli setelah aksi harga turun yang berkepanjangan, diikuti oleh koreksi dan kemudian pergerakan panjang ke bawah lainnya. Pola pembalikan juga dianggap bearish jika menunjukkan tekanan jual setelah aksi harga naik yang berkepanjangan, diikuti oleh koreksi dan kemudian pergerakan naik panjang lainnya.

Pola General Reversal yang paling umum meliputi:

Swallow Bearish

Ini adalah pola pembalikan bearish yang menandakan bahwa tekanan jual telah mengambil alih pasar. Penting untuk dicatat bahwa kedua candle harus memiliki warna yang berlawanan agar polanya valid. Candle kedua harus menelan (menutupi) setidaknya setengah dari candle pertama.

Doji

Ini adalah pola netral dan dapat berupa bullish atau bearish, tergantung pada situasinya. Ini ditandai dengan sedikit atau tidak ada pergerakan harga pada grafik. Pola doji terdiri dari satu candlestick, jadi itu bukan candlestick yang sebenarnya tetapi mewakili aksi harga yang ekstrem pada satu hari. Itulah ulasan tentang cara membaca grafik candlestick saat Trading Forex. Semoga bermanfaat.